
selumaemas.co.id, – Bupati Kabupaten Seluma Teddy Rahman, SE., MM mengungkapkan perjalanan kariernya hingga kini menempati posisi sebagai orang nomor satu di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Teddy mengisahkan, bahwa kenyamanan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jakarta selama kurang lebih 16 tahun tak membuatnya lupa untuk membangun daerah.
Ia lantas memilih pulang kampung ke tanah kelahiran orang tuanya untuk memimpin Kabupaten Seluma
Dalam wawancara eksklusif bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Teddy blak-blakan mengenai kondisi awal saat ia menduduki kursi Bupati. Kabupaten Seluma yang sering dijuluki “Mutiara Tersembunyi” ternyata menyimpan masalah pelik, mulai dari warisan utang hingga birokrasi yang lambat.
“Sebelumnya sudah ada gambaran (kondisi Seluma), tetapi setelah jadi (Bupati), oh ternyata lebih parah dari yang dibayangkan,” ungkap Teddy Rahman di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Teddy menuturkan, Seluma adalah kabupaten pemekaran yang umurnya sama dengan Kabupaten Mukomuko dan Kaur. Namun, perkembangannya jauh tertinggal. Bahkan, kondisi politik lokal yang panas dan masyarakat yang terkotak-kotak menjadi tantangan tersendiri.
“Saya bekerja pelan-pelan, saya urai satu per satu. Kuncinya merangkul. Kalau kita bisa merangkul semua elemen, pembangunan Seluma bisa lebih nyaman,” ujarnya.
Mantan ASN yang besar di Semarang ini mengaku harus melakukan ‘akrobat anggaran’ demi menyehatkan APBD Seluma yang ‘sakit’ akibat warisan masa lalu. Meski berat, ia berkomitmen untuk tidak mengeluh dan fokus pada solusi. Teddy Rahman merupakan politikus Partai Amanat Nasional.
Ia dilantik menjadi Bupati Seluma pada 20 Februari 2025 di Istana Negara oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pria kelahiran 8 November 1983 ini terpilih menjadi Bupati Seluma setelah maju bersama Gustianto dalam Pilkada 2024. Dalam pertarungan politik tersebut, Teddy Rahman dan Gustianto berhasil unggul dengan meraih 76.596 suara atau 59,59 persen dari total suara sah.

